Jumat, 27 September 2013
SUPER INDONESIA>> Habibie: Pesawat R-80 Akan Buat "Surprise" Dunia!
JAKARTA, KOMPAS.com — Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih familiar dengan BJ Habibie mengatakan tidak ada jalan lain agar orang-orang mudah berpindah tempat di benua maritim seperti Indonesia, selain menggunakan pesawat terbang. Oleh karenanya, ia menyambut positif kehadiran NAM Air, yang rencananya mayoritas akan menggunakan pesawat buatan dalam negeri. Artinya, kehadiran maskapai anak Sriwijaya Airlines tersebut turut mendorong industri pesawat terbang di Indonesia.
"Insya Allah R-80 tahun 2016 atau 2017 akan mengudara dan dunia akan surprise," ungkap Habibie dengan bangga penuh haru dalam Grand Launching NAM Air, di Jakarta Teater, pada Kamis malam (27/9/2013).
Sekadar informasi, R-80 adalah pesawat terbang produksi PT Regio Aviasi Industri (RAI), tempat BJ Habibie duduk sebagai komisaris.
Dalam peluncuran tersebut ditandatangani perjanjian kerja sama (MoU) antara Presiden Direktur NAM Air Jefferson Jauwena dengan BJ Habibie, berkaitan dengan pengadaan 100 unit pesawat R-80, terdiri dari 50 unit firm, dan 50 unit pesawat pilihan.
Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Pesawat N250 merupakan pesawat yang dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire kedua, setelah pesawat keluaran Airbus yakni A-300.
"Pesawat terbang yang pernah dibuat menusia yang dikendalikan secara elektronik yang dikenal dengan fly by wire pertama kali adalah Airbus di Hamburg di mana saya kerja dulu. Di situ, saya pernah menjadi direktur dan executive vice president," kata mantan Presiden RI ketiga itu.
"Fly by wire pertama A-300, fly by wire kedua N250, dan ketiga triple seven (B-777). Dalam skala regional, N250 merupakan fly by wire pertama," jelasnya.
Bahkan, saking semangatnya, Habibie yang kini menginjak usia 77 tahun mengaku memimpin sendiri diskusi desain engineering, financing, sampai sheduling dari R-80 selama dua hingga lima jam sebelum datang ke acara peluncuran.
"Biar on schedule dan the best, jadi saya harus tahu," tuturnya.
Industri strategis dibubarkan
Jauh sebelum R-80, Indonesia pernah hampir memiliki industri pesawat terbang sebagai industri strategis yang kuat, tetapi kandas. Habibie mengatakan, ide membuat pesawat terbang bukan idenya, bukan juga ide Soeharto. Akan tetapi, ide bangsa Indonesia, sesaat setelah mendeklarasikan kemerdekaan.
Jika ditanya siapa yang pertama kali memiliki inisiatif membuat pesawat terbang, menurut Habibie, jawabannya adalah Angkatan Udara RI (AURI). "Jadi kalau ada suatu bangsa di mana saja dia berada yang mengerti pentingnya teknologi itu, maka itu adalah angkatan bersenjata, angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut. Oleh karena itu yang mengembangkan teknologi itu adalah mereka dan khususnya AU terus mendorong untuk membuat pesawat terbang," aku Habibie.
Pada Januari 1950, Presiden Soekarno memutuskan mengirim putra-putri terbaik untuk belajar di luar negeri dalam pilihan bidang pembuatan kapal terbang penumpang atau pembuatan kapal laut untuk mengangkut barang-barang.
Waktu itu Habibie baru menginjak kelas tiga SMP. Ia pun menjadi pelajar Indonesia gelombang empat yang belajar di bidang pesawat terbang pada 1954. Habibie berhasil menyelesaikan strata 1 pada usia 22 tahun dan strata dua pada usia 24 tahun.
"S-3 konstruksi pesawat terbang 28 tahun di Jerman. Di tempatnya Teodhore Von Karman, guru besar yang pertama dalam konstruksi pesawat terbang, yang mendirikan NASA. Saya asisten di situ, dan bisa dibaca di Google," kisah dia.
Lepas menyelesaikan pendidikan, Habibie bekerja untuk sebuah perusahaan di Hamburg, di mana ia pernah menjadi direktur dan executive vice president. "Di situ lahir Airbus, yang sekarang membuat A-380 di situ. Waktu saya mulai ke situ 3.000 (karyawan), waktu saya tinggalkan 4.500, sekarang 16.000. Saudara-saudara, waktu 'nanjak' begini saya tiba-tiba disuruh pulang untuk membangun industri pesawat terbang jadi industri strategis," kenang Habibie.
"Dan saya ditugaskan membangun industri strategis. Tidak banyak yang tahu waktu saya jadi wakil presiden terpilih, saya harus meletakkan jabatan-jabatan yang saya miliki, dan industri stategis yang saya pimpin itu memiliki 48.000 karyawan dan turnover 10 miliar dollar AS," lanjut dia.
Seusai pemilu, Habibie mengatakan bersedia melanjutkan kepemimpinan Indonesia, jika pertanggungjawabannya diakui. Jika tidak, lanjutnya, ia memberikan posisi kepresidenan kepada orang lain. "Belum lagi saya bicara tuntas, saya tidak diterima. Tapi tidak mengapa," tuturnya.
"Saya sampaikan kepada yang ganti, perhatikan dua hal. Satu, jangan lemahkan TNI karena itu adalah tulang punggung perjuangan bangsa Indonesia. Dua, jangan korek-korek industri strategis karena industri strategis adalah keinginan seluruh bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Putra putra terbaik yang memberikan apa saja yang dia miliki," tuturnya.
Namun, tiba-tiba industri strategis tersebut dibubarkan. "Saya sampai bilang ke Ibu Ainun 'Is that the price I have to pay to get my freedom? Kita akan kembali dan bangkit melaksanakan perjuangan yang sementara terhenti'," kenangnya.
Kini, di hadapan direksi NAM Air, direksi Sriwijaya Air, dan Kementerian Perhubungan, Habibie mengatakan memanjatkan doa, dan bersyukur karena ada yang meneruskan perjuangan membangun industri strategis.
"Saya ini orang tua, usia saya 77 tahun tapi semangat saya sama seperti waktu saya umur 17 tahun. Dan semangat ini saya temukan kembali pada yang hadir di sini anak-anak intelektual saya, cucu-cucu intelektual saya. Saya yang mewakili generasi yang fading out, melihat ini semua saya bersyukur," ucap Habibie.
Selasa, 24 September 2013
SUPER INDONESIA>> Kisah Warsito P Taruno, iLmuan Indonesia pencipta Alat pembasmi kanker payudara dan otak
Warsito P Taruno, dosen Universitas Indonesia (UI) dan staf khusus Menristek
Warsito P Taruno, Ilmuwan Pencipta Alat Pembasmi Kanker Payudara dan Otak
12 Januari 2012
Bisa Membunuh Sel Kanker dalam Waktu Dua BulanAwalnya, karir Dr. Warsito P Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti cukup diperhitungkan. Dari tangan dinginnya, tercipta sebuah alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara.
satu lagi anak bangsa yang berpotensi dan cerdas. seorang ilmuan Indonesia. Meski Tak sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tetapi, itu tak berlaku bagi Warsito P Taruno.
Semula, Warsito merupakan peneliti Indonesia yang berkarir di Shizuoka University, Jepang. Di kampus tersebut, pria 54 tahun itu juga menjadi salah seorang dosen. Selama berada di Jepang, hidup Warsito lebih dari cukup. Apalagi, pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti. Tetapi, itu semua tak menghalangi tekad Warsito untuk pulang kampung.
Dia lantas merintis pendirian Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan. Lama-kelamaan, lembaga tersebut berkembang pesat, meski berkantor di ruko di kawasan Perumahan Modernland, Tangerang. Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia internasional.
’’Saya ingin pulang ke Indonesia dan melakukan riset sendiri,’’ jelas Warsito ketika ditemui di kantornya, Ctech Labs Edwar Technology, kemarin (29/12).
Kini Warsito dan timnya tengah mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara. Alat tersebut berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis (electrical capacitance volume tomography/ECVT).
Dengan alat tersebut, Warsito yang asli Karanganyar itu menciptakan empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak. Perangkat itu terdiri atas brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy.
Brain activity scanner dibuat Warsito sejak Juni 2010. Alat tersebut berfungsi mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi. Bentuk alat tersebut mirip helm dengan puluhan lubang connector yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi yang tersambung dengan sebuah komputer. Alat itu bisa mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. ’’Dengan alat itu, juga bisa dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien,’’ jelas Warsito.
Sementara itu, breast activity scanner diciptakan pada September lalu. Sedikit banyak, dua alat itu memiliki kesamaan, yakni mendeteksi adanya sel kanker di tubuh.
Selain dua alat tersebut, Warsito melengkapinya dengan membuat brain cancer electro capacitive therapy dan breast cancer electro capacitive therapy. Dua alat itu berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterai. Dua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dalam waktu dua bulan.
Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV. Terdorong oleh kondisi kakaknya, Suwarni, alumnus Jurusan Teknik Kimia Shizuoka University, Jepang, tersebut menciptakan breast cancer electro capacitive therapy yang berbasis listrik statis. Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada berwarna hitam itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. ’’Sengaja dibuat mirip dengan penutup dada biar mudah digunakan,’’ papar Warsito.
Warsito pun mengenakan alat temuannya itu kepada kakaknya selama sebulan. Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama, terlihat efek samping dari alat itu. Namun, efek tersebut tidak sampai menyiksa seperti proses kemoterapi. Hanya, keringat penderita yang menggunakan alat tersebut berlendir dan sangat bau. Urine dan fesesnya (kotoran) pun berbau lebih busuk. Menurut Warsito, hal tersebut menandakan bahwa sel kankernya tengah dikeluarkan. ’’Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah,’’ paparnya.
Temuan Warsito itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.
Untuk brain cancer electro capacitive therapy, suami Rita Chaerunnisa tersebut mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita penyakit kanker otak stadium lanjut. Bahan dasar yang digunakan mirip dengan breast cancer electro capacitive therapy. Namun, bentuknya disesuaikan bentuk kepala sehingga menyerupai pelindung kepala.
Serupa dengan metode yang diterapkan kepada sang kakak, Warsito mengenakan alat tersebut kepada pemuda itu selama sebulan pada September lalu. Karena alat itu dipakai di kepala, pasien akan merasakan gerah pada bagian kepala. Pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut, tingkat emosi pasien akan meningkat. Setelah itu, muncul gejala-gejala keringat berlendir hingga feses yang baunya lebih enggak enak.
Warsito menceritakan, awalnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total. Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan tidak mampu menelan makanan. Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita itu. Namun, setelah seminggu pemakaian alat tersebut, pemuda itu sudah bisa bangun dari tempat tidur serta menggerakkan tangan dan kaki. Setelah dua bulan pemakaian, pemuda tersebut sudah dinyatakan sembuh total. ’’Dua bulan sudah bersih. Sel kankernya sudah hilang,’’ papar dia.
Setelah keberhasilan dua pasien itu, Warsito menerima banyak pesanan. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan. Saat pesanan membeludak, para staf Warsito terpaksa bekerja ekstrakeras hingga larut malam. Sebab, setiap pasien tidak bisa menggunakan alat yang sama. ’’Alat terapi itu harus dibuat sesuai dengan kondisi pasien sehingga tidak sama antara satu dan yang lain,’’ jelasnya.
Karena masih tergolong riset, harga alat terapi itu tergolong sangat terjangkau, hanya sekitar Rp1 juta. Saat ini alat pembasmi kanker tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kesehatan untuk mendapat izin edar. ’’Kalau sudah ada izin, bisa segera digunakan oleh masyarakat luas. Harga bisa berubah, tapi pastinya masih terjangkau,’’ ucap dia.
Keberhasilan Warsito tersebut ternyata juga menjadi perhatian dunia internasional. Salah satu di antaranya, The University of King Abdulaziz, Saudi Arabia. Universitas yang berlokasi di kota Jeddah itu sudah memesan breast activity scanner dan brain activity scanner. ’’Dan satu lagi alat scanner untuk perminyakan yang menggunakan sistem ECVT 128 channel,’’ jelasnya.
Sebuah rumah sakit besar di India pun sudah memesan sejumlah alat terapi kanker payudara ciptaan Warsito. ’’Ya, baru beberapa hari lalu kami melakukan clinical test di India,’’ imbuh dia.
Sebelum menemukan alat pembasmi kanker payudara dan otak, Warsito sudah dikenal dunia internasional lewat temuannya, yakni sistem ECVT. Sistem ECVT tersebut merupakan tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Shizuoka University, Jepang, pada 1991. Berdasar sistem tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun tertarik memakai teknologi pemindai temuan Warsito tersebut. NASA menggunakannya pada pesawat ulang alik. Teknologi tersebut memungkinkan untuk melihat tembus timbunan material di dinding luar pesawat ulang alik. ’’Kalau ada timbunan air di bagian luar pesawat, dindingnya bisa terbakar,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu. Saat mengajar di Ohio State University pada 2001, dia berhasil mengembangkan tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Paper yang menjelaskannya dimuat di jurnal Measurement Science and Technology. Artikel tersebut menjadi paper yang paling banyak diakses di penerbitan online oleh Institute of Physics (London). Teknologi tersebut dipatenkan di Amerika pada 2003. Saat masih aktif mengajar dan berkutat dengan sejumlah riset di Ohio State University, Amerika Serikat, Warsito malah memilih pulang ke Indonesia pada 2003. Pilihannya untuk kembali ke tanah air tidak direstui pihak institusi tempatnya mengajar waktu itu. Masih banyak kewajiban yang harus dipenuhi Warsito. Alhasil, dia pun terpaksa bolak-balik Amerika?Indonesia selama kurun waktu 2003?2006. Pada 2005, Warsito mulai mengajar di Jurusan Fisika Medis Universitas Indonesia.
Namun, pada 2006, pihak Ohio State University yang selama ini mendanai riset Warsito menghentikan aliran dananya. Warsito yang kala itu sudah membangun perusahaan di Indonesia terancam bangkrut. Selama dua tahun dia berupaya menutupi semua biaya risetnya dengan berbagai cara. ’’Habis-habisan pokonya,’’ jelasnya.
Namur, di balik kesulitan finansial yang membelit, Warsito berhasil melakukan sebuah pencapaian. Pada akhir 2007, dia berhasil menciptakan sistem tomografi empat dimensi pertama di dunia. Institusi tempat dirinya bekerja dulu, Ohio State University, langsung tertarik membeli sistem tersebut. ’’Tapi, saya maunya mereka membayar 100 persen di muka. Awalnya mereka pikir-pikir. Tapi, setelah saingan mereka Washington State University juga tertarik membeli, mereka langsung oke,’’ jelasnya.
Dari situ kondisi keuangan Warsito membaik. Tanpa bantuan pemerintah, dia mulai bisa menciptakan temuan-temuan yang lain. Di antaranya, temuan yang dinamakan Sona CT Scanner. Alat tersebut adalah scanner berbasis ultrasonik untuk tabung gas bertekanan tinggi. Alat tersebut merupakan pesanan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. Berkat sejumlah temuannya, Warsito pernah diganjar beberapa penghargaan. Di antaranya, penghargaan rintisan teknologi industri, Kemenperin; penghargaan inovator teknologi, Kemenristek; hingga penghargaan Achmad Bakrie pada 2009 untuk teknologi.
Ke depan Warsito mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam temuannya. Yakni, alat pendeteksi kanker otak dan payudara. Dia juga akan menciptakan alat terapi untuk segala jenis kanker dengan menggunakan metode gelombang listrik statis. ’’Fokusnya ke depan ya di tiga itu dulu,’’ imbuhnya. (c5/c11/c4/kum/Sekaring R.A./JPPN)
ALAM NUSANTARA>> [GREENPEACE] Aksi solidaritas pagi ini di Kedubes Rusia
Aksi solidaritas pagi ini di Kedubes Rusia, Jakarta untuk mendesak pembebasan 30 aktivis di kapal Arctic Sunrise yang hingga kini masih ditahan oleh pasukan Rusia tanpa ada hak untuk berkomunikasi. Bantu kami bebaskan mereka dengan mendesak pemerintah Rusia di
Pada 18 September 2013, dua aktivis Greenpeace International
ditangkap saat mereka memprotes pengeboran minyak Arktik di kilang
minyak lepas pantai Gazprom, Prirazlomnaya, di Laut Pechora di lepas
pantai Rusia. Mereka ditahan semalam tanpa tuntutan jelas atau
perwakilan hukum di kapal pasukan khusus Rusia.
Keesokan harinya, tanggal 19 September 2013, Pasukan khusus Rusia
kemudian secara ilegal menaiki kapal Greenpeace Arctic Sunrise saat
berada di perairan internasional dan menangkap 25 aktivis di kapal
dibawah todongan senjata. Kami menuntut pembebasan untuk semua aktivis,
penarikan segera pasukan dari kapal kami, dan mengakhiri pengeboran
minyak lepas pantai di Arktik untuk selamanya.
Bantu isi surat dukungan'a ya.. ^^
http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/free-our-activists/
http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/free-our-activists/
Senin, 23 September 2013
BLUE>> TIMNAS U-19 JUARA AFF 2013
Selamat kepada Tim Nasional sepak bola Indonesia U-19 yang berhasil menjuarai Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam dalam drama adu penalti. Perjuangan dan semangat yang luar biasa dari para Garuda Muda sehingga Indonesia Raya dapat dikumandangkan dan Merah Putih dapat berkibar di puncak tertinggi.
Sudah seharusnya kita selalu percaya akan potensi anak bangsa sendiri..
mereka itu punya Potensi Luar biasa, dan sekarang ayo Percaya Indonesia dan Cinta Indonesia..
Sahabat, kita patut bangga atas prestasi anak-anak terbaik bangsa. Sekali lagi, selamat!
Terima kasih kalian telah memberikan yang terbaik bagi Indonesia, Garuda Muda.
Percaya INDONESIA. indonesia BERJAYA!!
Cinta INDONESIA. indonesia BISA!!
Nasionalismu, Jati dirimu untuk memajukan Indonesia!!
#salamIndonesiaRaya
PERJUANGAN POLITIK>> [GERINDRA] Hari Pertama Bekerja, Walikota Bandung Berangkat Naik Sepeda
#BeritaGerindra - Hari Pertama Bekerja, Walikota Bandung Berangkat Naik Sepeda.
Walikota Bandung yang kita usung bersama, Ridwan Kamil, mengawali hari kerja pertamanya dengan berangkat menggunakan sepeda. Di perjalanan beliau aktif berinteraksi dan menyerap aspirasi dari masyarakat. Langkah ini adalah awal untuk memulai gerakan bersepeda yang diharapkan diikuti oleh seluruh staff dan warga Bandung, sehingga selain dapat menyerap aspirasi secara langsung, juga menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan.
Dalam rapat bersama Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di ruang tengah Balai Kota kemarin, beliau juga meminta para Kepala Dinas aktif menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakat, menjaring aspirasi, masukan maupun kritik bagi kinerja dan segala permasalahan di Kota Bandung. Ridwan Kamil juga meminta semua PNS menggerakan budaya bersih dan semua mobil pejabat harus menyediakan pengki dan sapu. Silakan sahabat sampaikan aspirasi dan masukan bagi Walikota Bandung, untuk Bandung Juara.
Walikota Bandung yang kita usung bersama, Ridwan Kamil, mengawali hari kerja pertamanya dengan berangkat menggunakan sepeda. Di perjalanan beliau aktif berinteraksi dan menyerap aspirasi dari masyarakat. Langkah ini adalah awal untuk memulai gerakan bersepeda yang diharapkan diikuti oleh seluruh staff dan warga Bandung, sehingga selain dapat menyerap aspirasi secara langsung, juga menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan.
Dalam rapat bersama Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di ruang tengah Balai Kota kemarin, beliau juga meminta para Kepala Dinas aktif menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakat, menjaring aspirasi, masukan maupun kritik bagi kinerja dan segala permasalahan di Kota Bandung. Ridwan Kamil juga meminta semua PNS menggerakan budaya bersih dan semua mobil pejabat harus menyediakan pengki dan sapu. Silakan sahabat sampaikan aspirasi dan masukan bagi Walikota Bandung, untuk Bandung Juara.
Minggu, 15 September 2013
PERJUANGAN POLITIK>> [GERINDRA]
Negosiasi Prabowo Untuk Selamatkan Wilfrida dari Hukuman Mati
Langkah Prabowo Subianto dalam upaya
penyelamatan Wilfrida Soik, TKI asal NTT yang terancam hukuman mati di
Malaysia, terus berlanjut. Setelah pada Jumat malam waktu Malaysia
bertemu dengan Tan Sri Muhammad Shafee, tangan kanan PM Malaysia Najib
Razak, belum banyak yang mengetahui kalau Prabowo, yang fasih berbicara
empat bahasa: Inggris, Indonesia, Perancis dan Jerman adalah negosiator
ulung. Akhirnya Prabowo dapat bertemu dengan Wilfrida pada hari Sabtu
waktu setempat. Dari pertemuan tersebut pemerintah Malaysia berjanji
akan menyelidiki lebih dalam kasus tersebut dan masih ada waktu untuk
menyelamatkan Wilfrida.
Prabowo Subianto memang bukan siapa-siapa, namun kiprahnya di dunia internasional patut diacungi jempol. Beliau sering menerima undangan dari negara-negara sahabat untuk silaturahmi, contohnya dengan pemerintah Malaysia dan Korea Selatan. Terakhir bahkan Prabowo dikunjungi para duta besar negara-negara Amerika Latin di rumahnya dan 10 duta besar negara sahabat di DPP Partai Gerindra.
Mari kita Doakan..
Semoga Prabowo Berhasil dan Wilfrida Selamat.. ^^
Prabowo Subianto memang bukan siapa-siapa, namun kiprahnya di dunia internasional patut diacungi jempol. Beliau sering menerima undangan dari negara-negara sahabat untuk silaturahmi, contohnya dengan pemerintah Malaysia dan Korea Selatan. Terakhir bahkan Prabowo dikunjungi para duta besar negara-negara Amerika Latin di rumahnya dan 10 duta besar negara sahabat di DPP Partai Gerindra.
Mari kita Doakan..
Semoga Prabowo Berhasil dan Wilfrida Selamat.. ^^
Langganan:
Postingan (Atom)
Home





